Showing posts with label Elektro Dasar. Show all posts
Showing posts with label Elektro Dasar. Show all posts

Sunday, May 26, 2013

Bagian Dan Jenis Tape Recorder

 Tape recorder merupakan salah satu alat perekam paling sederhana. Ide dasar meliputi sebuah elektromagnetik yang diaplikasikan sebuah fluksi magnetic pada oxide di atas tape. Oxide secara permanen untuk mengingat perubahan fluksi. Head perekam tape sangat kecil, dikelilingi elektromagnetik dengan celah kecil di dalamnya, bagian head tape recorder.

Gambar Head Perekam Tape Gambar Head Perekam Tape,head perekam tape recorder,head tape,kontruksi head,jual head tape,harga head tape,seting head tape,bagian head tape,fungsi head tape,head tape bagus

Read more at: http://elektronika-dasar.web.id/teori-elektronika/bagian-dan-jenis-tape-recorder/
Copyright © Elektronika Dasar
Gambar Head Perekam Tape Gambar Head Perekam Tape,head perekam tape recorder,head tape,kontruksi head,jual head tape,harga head tape,seting head tape,bagian head tape,fungsi head tape,head tape bagus

Read more at: http://elektronika-dasar.web.id/teori-elektronika/bagian-dan-jenis-tape-recorder/
Copyright © Elektronika Dasar
 Perekam Tape,head perekam tape recorder,head tape,kontruksi head,jual head tape,harga head tape,seting head tape,bagian head tape,fungsi head tape,head tape bagus Elektromagnetik ini sangat kecil, barangkali ukurannya sama dengan kacang polong yang diratakan. Elektromagnetik terdiri dari sebuah inti besi yang dibelit dengan kawat, seperti ditunjukkan pada gambar. Selama merekam, sinyal audio dikirim melalui kumparan kawat untuk menciptakan medan magnit dalam inti. Pada celah fluksi magnet membentuk suatu pola menjembatani celah (ditunjukkan warna merah), fluksi ini merupakan apa yang dimagnetkan oxide pada tape. Selama playback, gerakan tape menarik medan magnet bervariasi melintasi celah. Ini menciptakan suatu medan magnet yang bervariasi dalam inti dan oleh karena itu terdapat sinyal dalam kumparan. Sinyal ini dikuatkan untuk mengendalikan speaker. Dalam cassette player pada umumnya, benar-benar terdapat dua elektromagnetik kecil selebar sekitar separuh lebar hasil rekaman. Dua head merekam dua kanal dari program stereo seperti gambar berikut. Gambar Jalur Magnetik Pada Tape Gambar Jalur Magnetik Pada Tape,jalur pita tape,kontruksi pita tape,bagian pita tape,fungsi pita tape,pita tape recorder,taper recorder,jenis pita tape recorder,struktur pita tape Pada saat tape diputar, akan membariskan separoh tape hasil rekaman yang lain dengan dua elektromagnetik. Jika dilihat didalam tape perekam, pada umumnya akan terlihat seperti gambar berikut. Gambar Bagian Dalam Tape Perekam Gambar Bagian Dalam Tape Perekam,mekanik tape recorder,mekanik tape deck,harga mekanik tape,gambar mekanik tape,konstruksi mekanik tape,service mekanik tape,memperbaiki mekanik tape Pada gambar bagian atas tedapat dua gigi yang melibatkan kumparan didalam kaset. Gigi ini memutar salah satu kumparan untuk mengambil tape selama rekaman, playback, maju dan mundur cepat. Dibawah dua gigi terdapat dua buah head. Head pada sisi kiri berupa batangan head penghapus untuk menyapu sinyal pada tape hingga bersih, sebelum perekaman. Head yang berada ditengah adalah untuk rekam danplayback berisi dua elektromagnetik tipis. Pada sisi kanan capstan yang berfungsi mengangkat dan berputar serta pinch roller (jepitan penggulung) dapat dilihat pada gambar berikut. Gambar Posisi Capstan, Pita Dan Pinch Roller Gambar Posisi Capstan, Pita Dan Pinch Roller,capstan tape deck,pita tape deck,roler tape deck,pick roler tape deck,posisi capstan tape,fungsi capstan,fungsi pinch roler Capstan berputar pada kecepatan yang sangat presisi untuk menarik tape melintasi head pada kecepatan yang tepat. Standar kecepatan adalah 1 875 inchi perdetik (4,76 cm perdetik). Roller sederhana menerapkan tekanan sedemikian sehingga tape ketat terhadap capstan. Jenis Tape Dan Bias Kebanyakan tape deck akhir mempunyai kontrol seperti di bawah untuk bias dan formulasi yang berbeda. Terdapat empat jenis tape yang sekarang umum digunakan: Jenis 0 : tape ferric-oxide asli. Sekarang jenis ini sudah jarang ditemuai. Jenis 1 : tape ferric-oxid standar, juga diacu sebagai bias normal. Jenis 2 : ini chrome atau tape CrO2. Partikel ferric-oxide dicampur dengan chromium dioxide. Jenis 4 : ini tape metal. Partikel metal lebih baik dari pada partkel metal-oxide yang digunakan dalam tape. Kualitas suara ditingkatkan dari satu jenis ke jenis berikutnya, dengan tape metal mempunyai kualitas suara terbaik. Tape deck normalnya tidak dapat merekam pada tape metal, deck harus mempunyai pengaturan tape metal dalam rangka merekam didalamnya. Bagaimanapun terdapat banyak tape player dapat memainkan tape metal. Kontrol pada tape deck harus sesuai dengan bias rekaman dan kekuatan sinyal pada jenis tape digunakan sehinngga dapat diperoleh suara sebaik mungkin. Bias merupakan sinyal khususnya yang diaplikasikan selama perekaman. Alat perekam pertama hanya menerapkan sinyal audio yang metah pada elektromagnetik dalam head. Tapi kerja ini menghasilkan banyak distorsi pada suara frekuensi rendah. Sinyal bias adalah sinyal 100 kHz yang ditambahkan dalam sinyal audio. Bias menggerakkan sinyal direkam atas porsi linier dari kurva magnetisasi tape. Gerakan ini berarti bahwa tape mereproduksi suara yang direkam. Compact Kaset seringkali direferensikan sebagai audio kaset , kaset tape, kaset atau sederhana tape, merupakan format perekaman suara tape magnetik. Compact Kaset terdiri dari dua kumparan miniatur, antara tape plastic yang dilapisi magnetic yang dilewatkan dan belitan. Kumparan ini dan pemegang di dalamnya bersIFat melindungi kulit plastic. Dua pasangan track stereo atau track monophonic diplay atau direkam ketika tape bergerak kesuatu arah dan pasangan kedua ketika bergerak dalam arah lain. Pembalikan arah ini dicapai dengan salah satu dengan memindahkan kaset secara manual atau dengan mesin itu sendiri mengubah arah putaran kaset (auto reverse).

BACA SUDE - Bagian Dan Jenis Tape Recorder

Sunday, March 6, 2011

Prinsip Dasar Semikonduktor

Semikonduktor merupakan elemen dasar dari komponen elektronika seperti dioda, transistor dan sebuah IC (integrated circuit). Disebut semi atau setengah konduktor, karena bahan ini memang bukan konduktor murni. Bahan- bahan  logam seperti tembaga, besi, timah disebut sebagai konduktor yang baik sebab logam memiliki susunan atom yang sedemikian rupa, sehingga elektronnya dapat bergerak bebas. 
Sebenarnya atom tembaga dengan lambang kimia Cu memiliki inti 29 ion (+) dikelilingi oleh 29 elektron (-).  Sebanyak 28 elektron menempati orbit-orbit bagian dalam membentuk inti yang  disebut nucleus. Dibutuhkan energi yang sangat besar untuk dapat melepaskan ikatan elektron-elektron ini. Satu buah elektron lagi yaitu elektron yang ke-29, berada pada orbit paling luar. 
Orbit terluar ini disebut pita valensi dan elektron yang berada pada pita ini dinamakan elektron valensi. Karena hanya ada satu elektron dan jaraknya 'jauh' dari nucleus, ikatannya tidaklah terlalu kuat. Hanya dengan energi yang sedikit saja elektron terluar ini mudah terlepas dari ikatannya. 
Gambar-1 : ikatan atom tembaga
Pada suhu kamar, elektron tersebut dapat bebas bergerak atau berpindah-pindah dari satu nucleus ke nucleus lainnya.  Jika diberi tegangan potensial listrik, elektron-elektron  tersebut dengan mudah berpindah ke arah potensial yang sama. Phenomena ini yang dinamakan sebagai arus listrik. 
Isolator adalah atom yang memiliki elektron valensi sebanyak 8 buah, dan dibutuhkan energi yang besar untuk dapat melepaskan elektron-elektron ini. Dapat ditebak, semikonduktor adalah unsur yang susunan atomnya memiliki elektron valensi lebih dari 1 dan kurang dari 8. Tentu saja yang paling "semikonduktor" adalah unsur yang atomnya memiliki 4 elektron valensi.  
Susunan Atom Semikonduktor
Bahan semikonduktor yang banyak dikenal contohnya adalah Silicon (Si), Germanium (Ge) dan Galium Arsenida (GaAs). Germanium dahulu adalah bahan satu-satunya yang dikenal untuk membuat komponen semikonduktor. Namun belakangan, silikon menjadi popular  setelah ditemukan cara mengekstrak bahan ini dari alam. Silikon merupakan bahan terbanyak ke dua yang ada dibumi setelah oksigen (O2). Pasir, kaca dan batu-batuan lain adalah bahan alam yang banyak mengandung unsur silikon. Dapatkah anda menghitung jumlah pasir dipantai.
Struktur atom kristal silikon, satu  inti atom (nucleus) masing-masing memiliki 4 elektron valensi. Ikatan inti atom yang stabil adalah jika dikelilingi oleh 8 elektron, sehingga 4 buah elektron atom kristal tersebut membentuk ikatan kovalen dengan ion-ion atom tetangganya. Pada suhu yang sangat rendah (0oK),  struktur atom silikon divisualisasikan seperti pada gambar berikut.
Gambar-2 : Struktur dua dimensi kristal Silikon 
Ikatan kovalen menyebabkan elektron tidak dapat berpindah dari satu inti atom ke inti atom yang lain. Pada kondisi demikian, bahan semikonduktor bersifat isolator karena tidak ada elektron yang dapat berpindah untuk menghantarkan listrik. Pada suhu kamar, ada beberapa ikatan kovalen yang lepas karena energi panas, sehingga memungkinkan elektron terlepas dari ikatannya. Namun hanya beberapa jumlah kecil yang dapat terlepas, sehingga tidak memungkinkan untuk menjadi konduktor yang baik. 
Ahli-ahli fisika terutama yang menguasai fisika quantum pada masa itu  mencoba memberikan doping pada bahan semikonduktor ini. Pemberian doping dimaksudkan untuk mendapatkan elektron valensi bebas dalam jumlah lebih banyak dan permanen, yang  diharapkan akan dapat mengahantarkan listrik. Kenyataanya demikian, mereka memang iseng sekali dan jenius.
Tipe-N
Misalnya pada bahan silikon diberi doping phosphorus atau arsenic yang pentavalen yaitu bahan kristal dengan inti atom memiliki 5 elektron valensi. Dengan doping, Silikon yang tidak lagi murni ini (impurity semiconductor) akan memiliki kelebihan elektron. Kelebihan elektron  membentuk semikonduktor tipe-n. Semikonduktor tipe-n disebut juga donor yang siap melepaskan elektron.
Gambar 3 : doping atom pentavalen
Tipe-P
Kalau silikon diberi doping Boron, Gallium atau Indium, maka akan didapat semikonduktor tipe-p. Untuk mendapatkan silikon tipe-p, bahan dopingnya adalah  bahan trivalen yaitu unsur dengan ion yang  memiliki 3 elektron pada pita valensi. Karena ion silikon memiliki 4 elektron, dengan demikian ada ikatan kovalen yang bolong (hole). Hole ini digambarkan sebagai akseptor yang siap menerima elektron. Dengan demikian, kekurangan elektron menyebabkan semikonduktor ini menjadi tipe-p. 
Gambar 4 : doping atom trivalen
Resistansi
Semikonduktor tipe-p atau tipe-n jika berdiri sendiri tidak lain adalah sebuah resistor. Sama seperti resistor karbon, semikonduktor memiliki resistansi. Cara ini dipakai untuk membuat resistor di dalam sebuah komponen semikonduktor. Namun besar resistansi yang bisa didapat kecil karena terbatas pada volume semikonduktor itu sendiri. 
Dioda PN 
Jika dua tipe bahan semikonduktor ini dilekatkan--pakai lem barangkali ya :), maka akan didapat sambungan P-N (p-n junction) yang dikenal sebagai dioda.  Pada pembuatannya memang material tipe P dan tipe N bukan disambung secara harpiah, melainkan dari satu bahan (monolitic) dengan memberi doping (impurity material) yang berbeda. 
Gambar 5 : sambungan p-n
Jika diberi tegangan maju (forward bias), dimana tegangan sisi P lebih besar dari sisi N, elektron dengan mudah dapat mengalir dari sisi N mengisi kekosongan elektron (hole) di sisi P.
Gambar 6 :forward bias
Sebaliknya jika diberi tegangan balik (reverse bias), dapat dipahami tidak ada elektron yang dapat mengalir dari sisi N mengisi hole di sisi P,  karena tegangan potensial di sisi N lebih tinggi. 
Dioda akan hanya dapat mengalirkan arus satu arah saja, sehingga dipakai untuk aplikasi rangkaian penyearah (rectifier). Dioda, Zener, LED, Varactor dan Varistor adalah beberapa komponen semikonduktor sambungan PN yang dibahas pada kolom khusus.  
Transistor Bipolar
Transistor merupakan dioda dengan dua sambungan (junction). Sambungan itu  membentuk transistor PNP maupun NPN. Ujung-ujung terminalnya berturut-turut disebut emitor, base dan kolektor. Base  selalu berada di tengah, di antara emitor dan kolektor. Transistor ini disebut transistor bipolar,  karena struktur dan prinsip kerjanya tergantung dari perpindahan elektron di kutup negatif mengisi kekurangan elektron (hole) di kutup positif. bi = 2 dan polar = kutup. Adalah William Schockley pada tahun 1951 yang pertama kali menemukan transistor bipolar. 
Gambar 7 : Transistor npn dan pnp
Akan dijelaskan kemudian, transistor adalah komponen yang bekerja sebagai sakelar (switch on/off) dan juga sebagai penguat  (amplifier). Transistor bipolar adalah inovasi yang mengantikan transistor tabung (vacum tube). Selain dimensi transistor bipolar yang relatif lebih kecil, disipasi dayanya juga lebih kecil sehingga dapat bekerja pada suhu yang lebih dingin. Dalam beberapa aplikasi, transistor tabung masih digunakan terutama pada aplikasi audio, untuk mendapatkan kualitas suara yang baik, namun konsumsi dayanya sangat besar. Sebab untuk dapat melepaskan elektron, teknik yang digunakan adalah pemanasan filamen seperti pada lampu pijar.
Bias DC
Transistor bipolar memiliki 2 junction yang dapat disamakan dengan penggabungan 2 buah dioda. Emiter-Base adalah satu junction dan Base-Kolektor junction lainnya. Seperti pada dioda, arus hanya akan mengalir hanya jika diberi bias positif, yaitu hanya jika tegangan pada material P lebih positif daripada material N (forward bias). Pada gambar ilustrasi transistor NPN berikut ini, junction base-emiter diberi bias positif sedangkan base-colector mendapat bias negatif (reverse bias). 
Gambar 8 : arus elektron transistor npn 
Karena base-emiter mendapat bias positif maka seperti pada dioda, elektron mengalir dari emiter menuju base. Kolektor pada rangkaian ini lebih positif sebab mendapat tegangan positif. Karena kolektor ini lebih positif, aliran elektron bergerak menuju kutup ini. Misalnya tidak ada kolektor, aliran elektron seluruhnya akan menuju base seperti pada dioda. Tetapi karena lebar base yang sangat tipis, hanya sebagian elektron yang dapat bergabung dengan hole yang ada pada base. Sebagian besar akan menembus lapisan base menuju kolektor. Inilah alasannya mengapa jika dua dioda digabungkan tidak dapat menjadi  sebuah transistor, karena persyaratannya adalah lebar base harus sangat tipis sehingga dapat diterjang oleh elektron. 
Jika misalnya tegangan base-emitor dibalik (reverse bias), maka tidak akan terjadi aliran elektron dari emitor menuju kolektor. Jika pelan-pelan 'keran' base diberi bias maju (forward bias), elektron mengalir menuju kolektor dan besarnya sebanding dengan besar arus bias base yang diberikan. Dengan kata lain, arus base mengatur banyaknya elektron yang mengalir dari emiter menuju kolektor.  Ini  yang dinamakan efek penguatan transistor, karena arus base yang kecil menghasilkan arus emiter-colector yang lebih besar. Istilah amplifier (penguatan) menjadi salah kaprah, karena dengan penjelasan di atas sebenarnya yang terjadi bukan penguatan, melainkan arus yang lebih kecil mengontrol aliran arus yang lebih besar. Juga dapat dijelaskan bahwa base mengatur  membuka dan menutup aliran arus emiter-kolektor (switch on/off).
Pada transistor PNP, fenomena yang sama dapat dijelaskan dengan memberikan bias seperti pada gambar berikut. Dalam hal ini yang disebut perpindahan arus adalah arus hole. 
Gambar 9 : arus hole transistor pnp
Untuk memudahkan pembahasan prinsip bias transistor lebih lanjut, berikut adalah terminologi parameter transistor. Dalam hal ini arah arus adalah dari potensial yang lebih besar ke potensial yang lebih kecil.

Gambar 10 : arus potensial
IC : arus kolektor
IB : arus base
IE : arus emitor
VC : tegangan kolektor
VB : tegangan base
VE : tegangan emitor
VCC : tegangan pada kolektor
VCE : tegangan jepit kolektor-emitor
VEE : tegangan pada emitor
VBE : tegangan jepit base-emitor
ICBO : arus base-kolektor 
VCB : tegangan jepit kolektor-base
Perlu diingat, walaupun tidak perbedaan pada doping bahan pembuat emitor dan kolektor, namun pada prakteknya emitor dan kolektor tidak dapat dibalik. 
Gambar 11 : penampang transistor bipolar
Dari satu bahan silikon (monolitic), emitor dibuat terlebih dahulu, kemudian base dengan doping yang berbeda dan terakhir adalah kolektor. Terkadang dibuat juga efek dioda pada terminal-terminalnya sehingga arus hanya akan terjadi pada arah yang dikehendaki.

source:
http://www.electroniclab.com/
BACA SUDE - Prinsip Dasar Semikonduktor